Translate

Sabtu, 19 Oktober 2019

Sejarah Seputar Tenis Meja Di Indonesia



Pada awalnya tenis meja dianggap sebagai permainan yang lucu dan kurang menarik, sebab awalnya seorang gadis dan seorang pemuda memukul bola plastic kecil melintas di atas net ( yang berikutnya disebut pingpong). Pada perkembangan berikutnya dari hasil latihan hingga pandai dalam bermain bola pingpong itu dapatlah diatur bahwa tubuh yaitu subjek yang seharusnya lewat latihan khusus dan intensif, serta seharusnya sanggup memukul bola lebih dari 100 mph dan seharusnya bisa merajai bola itu sendiri.

Pada dikala tenis meja yaitu ukuran olahraga prestasi internasional, selebih bertahun selama 30 tahun menjadi ukuran prestasi nasional. Laga tenis meja diselenggarakan di London tahun 1926, yang semata-mata yaitu persaingan antara 7 negara dan berikutnya ditiru oleh 34 negara. Tahun 1930 Inggris sanggup mendapatkan favorit, merupakan Fred Derry yang memenangkan kejuaran tunggal Wimbledon pada tahun 1928 – 1929. Berhasil yang didapat Eropa Timur, membikin nama Viktor Barna dari Richard Bergmann menjadi tokoh legendaris. Barna sendiri menjadi raja tenis meja selama 16 tahun dalam nomor tunggal dan ganda.



Sesudah Perang Dunia II, tenis meja mengundang simpati dan mempesonakan separo dari benua Eropa. Hungaria dan Cekoslawakia mewujudkan pemain–pemain kaliber dunia serta memberi tahu teknik permainan yang maju dan lebih maju
.
Kelengkapan Tenis Meja
1. Bet atau Raket
Bet yaitu alat utama untuk memukul bola pada tenis meja. Pada awalnya digunakan busa atau spon, kemudian mengalami perubahan pada masa 30 tahun terakhir. Alat pemukul bola pada tenis meja ( bet atau raket) kian disederhanakan. Bet – bet terbuat dari bahan – bahan lunak dengan perawakan bundar, dan terbuat dari karet. Dengan adanya karet sintetis hal yang demikian didapat bet seperti yang digunakan Barna, Bergmann dan Leach.

Bet yang dilapisi karet tak saja memberi kecepatan penuh, namun juga memberi peluang terhadap para pemain memaksimalkan gaya permainannya yang jitu, penuh kehalusan dan teknik yang mencakup segalanya. Bola akan berputar-putar membingungkan pandangan pada keepatan prima. Pukulan semacam itu, seharusnya telah menyatu dalam peralatan tenis bagi pemain kaliber dunia.

Tata Tenis Meja
1.Pada dikala serve, bola seharusnya dilepas. Jikalau bola terkena net dan bola masuk ke tempat lawan, karenanya seharusnya di ulang hingga 3 (tiga) kali dan kalau masih terkena net juga karenanya point untuk lawan. Walaupun kalau bola meraba net dan masuk ke tempat kita, karenanya point untuk lawan.

2.Pada dikala berharap serve dan bola lepas dari tangan dan belum/tak sempat dipukul, karenanya serven boleh diulang selama bola tak meraba meja lomba. Jikalau bola meraba meja lomba, karenanya point untuk lawan.

3.Pada dikala lomba, pergantian serve (pindah bola) dilaksanakan sesudah 2 (dua) point.

4.Laga dilaksanakan sebanyak 3 (lima) game dan kalau menang dalam 2 game karenanya disuarakan sebagai kampiun. Dalam tiap-tiap game-nya perolehan point sebanyak 21 point/angka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar